MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • DIGILIFE/
  • Tangan Mark Zuckerberg Banyak ‘Berlumur Darah Manusia’
Pendiri Meta Mark Zuckerberg.

Tangan Mark Zuckerberg Banyak ‘Berlumur Darah Manusia’

0 0
Read Time:2 Minute, 45 Second

Sabtu, 3 Februari 2024 – 13:33 WIB

VIVA Tekno – Pendiri Meta – induk dari Facebook, Instagram dan WhatsApp – Mark Zuckerberg, bersama Kepala Eksekutif TikTok Chouzi Chew, Pendiri Snapchat Evan Spiegel, Kepala Eksekutif Discord Jason Citron, dan Kepala Eksekutif X – sebelumnya bernama Twitter – Linda Yaccarino dicecar oleh Anggota Senat Amerika Serikat (AS).

Baca Juga :

Olla Ramlan Curhat Gak Sanggung Lagi Hingga Minta Tolong, Kenapa?

Mereka hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komite Kehakiman Senat AS dengan para petinggi perusahaan teknologi di Washington DC, AS, dalam sebuah sesi berjudul ‘Teknologi Besar dan Krisis Eksploitasi Seksual Anak Secara Online’ pada akhir Januari kemarin waktu setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Komite Kehakiman Senat Dick Durbin mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi seperti Facebook, TikTok, dan lainnya harus bertanggung jawab atas bahaya yang dihadapi mayoritas anak-anak saat berselancar di internet.

Baca Juga :

Rachel Vennya Diusir dari Vila Mewah di Bali, TikTokers Ini Soroti Soal Rasisme dan Diskriminasi

“Pilihan desain mereka, kegagalan mereka berinvestasi dalam kepercayaan dan keamanan secara memadai, pengejaran mereka yang terus-menerus terhadap keterlibatan dan keuntungan di atas keamanan dasar. Semuanya ini telah membuat anak dan cucu kita dalam bahaya,” tegas Dick, seperti dikutip dari situs Deutsche Welle, Sabtu, 3 Februari 2024.

Sementara itu, Anggota Senat Lindsey Graham menegaskan jika kedua tangan Mark Zuckerberg dan para eksekutif perusahaan teknologi lainnya ‘ada banyak darah manusia’ lantaran produknya telah menciptakan ‘mesin pembunuh’.

Baca Juga :

Arya Khan Bandingkan Gaji Pabrik dengan Gift TikTok, Raih Jutaan Rupiah dalam Satu Jam

“Tuan Zuckerberg. Anda dan perusahaan-perusahaan sebelum kita, saya tahu Anda tidak bermaksud demikian, tetapi Anda memiliki darah di tangan Anda. Anda memiliki produk yang membunuh orang (manusia),” jelas Graham.

Menanggapi kritikan pada anggota Senat, Mark Zuckerberg langsung meminta maaf kepada para orangtua yang anak-anaknya telah dirugikan akibat menggunakan platform besutannya.

“Saya turut berduka cita atas semua yang telah kalian alami. Tidak ada seorang pun seharusnya mengalami hal-hal yang telah dialami oleh keluarga Anda,” klaim dia.

Zuckerberg juga mengatakan bahwa menjaga anaka-anak agar tetap aman saat online telah menjadi tantangan sejak internet dimulai.

Menurutnya, ketika penjahat mengembangkan taktik mereka, maka sistem pertahanan juga harus dikembangkan untuk menangkalnya. Meski begitu, Mark Zuckerberg menyangkal kalau media sosial sudah merusak mental anak muda.

“Penelitian menunjukkan ‘secara seimbang’ kalau media sosial tidak berbahaya bagi kesehatan mental anak muda,” kata dia, berkilah.

Meta melaporkan bahwa 40 ribu karyawannya bekerja di bidang keamanan online dan US$20 miliar telah diinvestasikan sejak 2016 untuk membuat platform ini menjadi lebih aman.

Mereka juga mengaku jika Facebook dan Instagram akan memblokir pesan langsung dari orang yang tidak dikenal kepada anak-anak dan remaja.

“Kami memperketat pembatasan konten bagi anak-anak dan remaja di Facebook dan Instagram. Cara ini untuk mempersulit mereka melihat postingan yang membahas tentang bunuh diri, menyakiti diri sendiri, atau gangguan makan,” jelas Mark Zuckerberg.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif TikTok Chouzi Chew mengaku berniat untuk menginvestasikan lebih dari US$2 miliar untuk meningkatkan kepercayaan dan keamanan.

Sebagai catatan, TikTok sudah memiliki 40 ribu profesional keamanan khusus menangani kejahatan seksual pada anak di ranah online.

“Sebagai ayah dari tiga anak kecil, saya tahu bahwa masalah yang kita bahas ini sangat mengerikan dan merupakan mimpi buruk setiap orangtua,” paparnya.

Halaman Selanjutnya

Menanggapi kritikan pada anggota Senat, Mark Zuckerberg langsung meminta maaf kepada para orangtua yang anak-anaknya telah dirugikan akibat menggunakan platform besutannya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21