MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 BARON69 RONIN86 DINASTI168
Search for:
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Narasi kampanye anti 'hate speech' atau ujaran kebencian.

Indosat Punya Penawar Racun Dunia Digital

0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Sabtu, 28 Oktober 2023 – 11:08 WIB

VIVA Tekno – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berkolaborasi dengan Narasi menyelenggarakan ajang Festival Film Pendek Save Our Socmed (SOS) 2023.

Baca Juga :

Boasa Simanjuntak Ditangkap karena Sebarkan Ujaran Kebencian di TikTok

Kompetisi pembuatan film pendek ini diadakan dengan tujuan menginspirasi anak muda Indonesia agar bijak dalam menggunakan media sosial sekaligus meningkatkan literasi digital.

Festival Film Pendek SOS 2023 mengampanyekan anti hate speech dengan tema ‘Bicara Baik di Digital, Hindari Emosi Tanpa Substansi’.

Baca Juga :

Pelanggan Indosat Bisa Telepon dan SMS Minim Gangguan

Ajang penuh kreatifitas anak muda ini akan berlangsung sejak pendaftaran dibuka sejak 26 Oktober 2023 hingga pengumuman pemenang di Februari 2024.

Ilustrasi ujaran kebencian.

Baca Juga :

Perluas Jangkauan Kartu Perdana Tri Lewat 1.000 Tenaga Penjualan

SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang mengatakan media sosial merupakan rumah dari berbagai karya dan tempat berkolaborasi bersama. Media sosial seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk semua, bukan tempat menyebarkan ujaran kebencian (hate speech).

“Ujaran kebencian dapat menjadi awal terjadinya polarisasi. Hal ini menjadi pendorong kami untuk berkontribusi menyampaikan narasi positif di dunia digital melalui pendekatan kreatif,” ungkap dia di Jakarta.

Melalui ajang film pendek, IOH mengajak generasi muda untuk menyebarkan pesan perdamaian, kesetaraan, dan toleransi.

Dengan dukungan teknologi dan digitalisasi diharapkan bisa mengubah dunia serta membangun masyarakat yang lebih inklusif dan peduli dengan sesama.

Senada, Chief Creative Officer Narasi Jovial da Lopez memiliki semangat melawan penyebaran ujaran kebencian. Apalagi, saat ini Indonesia sudah memasuki hari-hari jelang pesta demokrasi yang rentan menjadi lahan subur ulah tingkah informasi yang memecah belah.

FILM BUCIN Andovi da Lopez, Jovial da Lopez, Kezia Alethia

“Lewat film-film pendek, kami berharap dapat memberikan suara dan gagasan yang dibutuhkan tentang kesetaraan, toleransi, dan perdamaian,” katanya.

Adapun kegiatan pelatihan akan menyajikan lokakarya online dengan menghadirkan para pakar perfilman untuk meningkatkan keterampilan para peserta.

Aktifitas roadshow kampus akan diselenggarakan di empat kota. Mulai dari Medan, Jember, Pontianak, dan Makassar. Kegiatan sosialisasi turut dilakukan di enam kota lainnya, yaitu Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, dan Mataram.

“Anak muda yang ada di kota lainnya tetap bisa ikut kompetisi dengan mengirim karya secara online,” jelas Jovial.

Halaman Selanjutnya

Melalui ajang film pendek, IOH mengajak generasi muda untuk menyebarkan pesan perdamaian, kesetaraan, dan toleransi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %