MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
Search for:
  • Home/
  • DIGILIFE/
  • Akankah Terjadi Merger Lagi antar Operator Seluler di Indonesia?
XL Axiata.

Akankah Terjadi Merger Lagi antar Operator Seluler di Indonesia?

0 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

Rabu, 6 September 2023 – 10:06 WIB

VIVA Tekno – Saat ini Indonesia mempunyai empat operator seluler yang terdiri dari Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchinson, XL Axiata dan Smartfren. Jumlah di atas ini diketahui telah menyusut karena adanya akuisisi di antara industri.

Baca Juga :

Intip Kesiapan Telkomsel Jelang KTT ASEAN

Diolah dari berbagai sumber pada Rabu, 6 September 2023, XL Axiata resmi mengakuisisi Axis Telekom Indonesia senilai US$865 juta atau Rp8,6 triliun pada tahun 2014, dari pemegang saham mayoritas terdahulunya, Saudi Telecom Company (STC).

Selain XL Axiata, perusahaan yang melakukan akuisisi adalah Indosat. Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri sepakat merger pada September 2021. Setelah melewati serangkaian proses, penggabungan kedua perusahaan, Indosat Ooredoo Hutchison resmi beroperasi per 4 Januari 2022.

Baca Juga :

Sinar Mas Dukung Transformasi Digital dalam ASEAN-BAC

Kemungkinan masih akan ada merger antar-operator karena baru-baru ini tersiar kabar bahwa Axiata Group Bhd dilaporkan telah memulai kembali diskusi dengan PT Sinar Mas Group untuk menggabungkan kedua operator.

Pemilik XL Axiata dan Smartfren Telecom sedang bekerja sama dengan penasihat untuk membantu mempertimbangkan potensi transaksi, kata sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena masalah ini bersifat rahasia.

Baca Juga :

Dua Komisaris Indosat Kompak Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Opsi lain yang dipertimbangkan adalah perjanjian berbagi jaringan dan kemitraan. Saham XL Axiata telah naik sekitar 18 persen tahun ini, memberi nilai perusahaan sebesar US$2,2 miliar. Sementara saham Smartfren anjlok sekitar 18 persen, memberi nilai perusahaan sekitar US$1,2 miliar.

“Musyawarah masih berada pada tahap awal dan belum ada kepastian kesepakatan akan tercapai,” kata sumber tersebut.

Menindaklanjuti hal ini, Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys menyatakan akan menunggu dan melihat perkembangan pembahasan. Sementara perwakilan Sinar Mas akan merujuk permintaan tersebut ke Smartfren.

Sementara itu, perwakilan XL Axiata enggan mengomentari spekulasi tersebut. Juru bicara perusahaan mengatakan bahwa grup ini selalu mencari kolaborasi dan kemitraan strategis dengan harapan dapat tumbuh secara berkelanjutan di seluruh wilayah geografisnya.

Oleh karena itu, perundingan baru antara Axiata dan Sinar Mas akan menyusul upaya-upaya lain yang gagal pada tahun-tahun sebelumnya, menurut laman Free Malaysia Today.

XL Axiata memiliki 58 juta pelanggan pada 30 Juni, menurut presentasi keuangan terbarunya. Axiata memiliki sekitar 66 persen saham perusahaan tersebut. Sementara itu, Smartfren, salah satu unit Sinar Mas, memiliki 36 juta pelanggan pada akhir tahun 2022, menurut laporan tahunannya.

Halaman Selanjutnya

“Musyawarah masih berada pada tahap awal dan belum ada kepastian kesepakatan akan tercapai,” kata sumber tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %